Pendapat tersebut disampaikan oleh Ketua Umum APHI, Indroyono Soesilo yang menjadi salah satu narasumber pada acara talkshow dalam rangkaian acara Tiga Tahun Restorasi Gambut di Gd. Manggala Wanabakti yang diselenggarakan oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada hari Selasa (29/01).
Menurut Indroyono, pengusaha yang areal kerjanya terkena restorasi gambut telah melakukan revisi dan menyesuaikan rencana kerjanya. Saat ini, tercatat pengesahan RKUPHHK-HTI berbasis Fungsi Ekosistem Gambut sebanyak 83 IUPHHK-HTI, dokumen Rencana Pemulihan Ekosistem Gambut sebanyak 68 IUPHHK-HTI, penyesuaian RKUPHHK-HTI Gambut sebanyak 42 IUPHHK-HTI. “Kami melihat ada upaya yang serius dari anggota APHI dalam mendukung pengelolaan dan pemulihan ekosistem gambut sesuai koridor yang telah ditetapkan oleh pemerintah” Kata Indroyono.
Menurut Indroyono, luas areal ekosistem gambut saat ini mencapai 2,2 juta hektar, sementara luas rehabilitasi vegetasi mencapai 4.400 hektar. Sekat kanal dan stasiun pengamat curah hujan sudah dibuat sesuai arahan pemerintah. “Dan yang lebih penting kita mampu menekan dan menurunkan luas kebakaran hutan dan lahan sampai 80,9% dari luas kebakaran tahun 2015 seluas 2,6 juta ha” pungkas Indroyono. (*)