Pemanfaatan media sosial saat ini sudah menjadi kebutuhan. Era digital sudah tak terelakan lagi, karenanya utilasi media sosial merupakan pilihan tepat yang harus diambil dalam rangka penyebarluasan informasi ke publik terkait pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Demikian terungkap dalam sosialisasi pemanfaatan media sosial dalam penyebarluasan informasi ke publik di Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa (19/03) oleh Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI).
Komisaris Daerah APHI Provinsi Riau, Muller Tampubolon menyambut baik acara sosialisasi sekaligus pelatihan sosial media kepada Komda dan seluruh anggota IUPHHK yang beroperasi di Provinsi Riau. “Kami menilai acara sosialisasi ini sangat penting, karenanya perlu didukung. Apalagi jumlah anggota yang hadir banyak dan respon mereka sangat positif dan konstruktif,” ujar Muller.
Sosialisasi pemanfaatan media sosial untuk penguatan persepsi dan edukasi publik ini diikuti oleh 46 perusahaan IUPHHK yang beroperasi di Provinsi Riau. “Kami berharap tujuan utama pemanfaatan media sosial untuk mengkomunikasikan praktik terbaik pengelolaan hutan yang berkelanjutan dapat lebih maksimal sehingga publik bisa memahami industri kehutanan di Indonesia,” kata Muller.
Sementara itu, Perwakilan Bidang Humas dan Kerjasama APHI Trisia Megawati KD mengatakan bahwa strategi penguatan persepsi dan edukasi publik ini perlu dukungan semua pihak khususnya Komda dan para pelaku usaha di daerah sebagai ujung tombak fungsi komunikasi di lapangan. “Promosi dan publikasi pengelolaan hutan berkelanjutan perlu lebih dikuatkan lagi dan didukung oleh semua pihak termasuk para pelaku usaha di sektor kehutanan,” kata Trisia.
Tujuan sosialisasi dan pelatihan media sosial ini dalam rangka menyamakan persepsi sekaligus menyampaikan program kerja dan progres dari APHI Pusat agar sampai langsung ke para anggota di tingkat provinsi,” jelas Trisia***