Dengan SILIN produktivitas hutan alam akan naik 3 kali lipat dibandingkan produk TPTI saat ini dengan menggunakan bibit unggul, optimasi ruang tumbuh dan pemberantasan hama penyakit terpadu (HPT). Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (Dirjen PHPL) Hilman Nugroho pada sambutan pembukaan pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Silvikultur Intensif (SILIN) untuk Manager Pengelola Hutan yang diselenggarakan oleh Direktorat UHP, Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Bogor.
Pelatihan yang di mulai pada hari Senin (25/03) dan berakhir pada hari Jumat (29/03). Fieldtrip dilaksanakan pada hari Rabu (27/03) di lokasi persemaian Puslitbang & Inovasi KLHK & Hutan Meranti di Gunung Dahu Bogor.
Menurut Dirjen PHPL, untuk peningkatan produktivitas lahan maka diperlukan 4 langkah yang mesti dilakukan pengelola hutan yaitu (1) Petakan kelemahan & kekuatan, (2) Memperbaiki kesalahan masa lalu, (3) Berbuat terbaik hari ini dan yang terakhir (4). Harus berani mundur 1 langkah, untuk melangkah maju 2 – 3 langkah. “SILIN ini sudah terbukti baik untuk meningkatkan produktivitas hutan alam, oleh karena itu harus di mantapkan langkah untuk melaksanakannya” sebut Hilman.
Melalui program ini menunjukan bahwa komitmen pemerintah (dalam hal ini KLHK) untuk turut serta dalam mendorong industri kehutanan dari sektor hutan alam tetap lestari. “Kegiatan ini dalam jangka panjang mempunyai tujuan mulia untuk menjaga hutan alam Indonesia bisa terkelola dengan baik sehingga terjaga kelestariannya dan dapat berkontribusi dalam peningkatan pendapatan negara” imbuh Hilman.
Peserta pelatihan sebanyak 66 orang berasal dari 55 HPH & 1 dari APHI, dengan narasumber pengajar Pakar dari IPB, UGM dan APHI. Narasumber dari APHI disampaikan oleh Direktur Eksekutif APHI Purwadi Soeprihanto yang membawakan materi Prospek Bisnis Industri Perkayuan Indonesia. Setelah pelatihan ini diharapkan program SILIN akan dapat diterapkan secara lebih luas untuk mengelola hutan alam dengan produktivitas tinggi. Semoga.****