Diskusi multi-pihak dalam pembahasan pembangunan hutan produksi telah dikupas di acara Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan pembahas seperti Prof Hariadi, Kementerian LHK, Kementerian Perdagangan, Kementerian ESDM, Kementerian Pariwisata, Kementerian PPN/BAPPENAS.  FGD yang mengusung tema Penyusunan Road Map Pembangunan Hutan Produksi 2019 – 2045 pada Selasa (21/5/2019) dihadiri berbagai pemangku kepentingan baik dari kalangan Pemerintah, Asosiasi, Sektor Swasta serta akademisi.

Ketua Bidang Produksi Hutan Alam, David, mewakili Ketua Umum APHI dalam sambutannya mengatakan bahwa Road Map Pembangunan Hutan Produksi tahun 2016 – 2045 yang pernah disusun Aphi perlu direkonstruksi ulang.” Perubahan kebijakan dan lingkungan strategis antara lain Perhutanan Sosial, Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu dan Jasa Lingkungan menuntut konfigurasi bisnis  baru kehutanan,” kata David.

Ketua Tim Penyusunan road map APHI Hadi Siswoyo menjelaskan, industri kehutanan seharusnya menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi Indonesia.  “Seharusnya Indonesia bisa menjadi rujukan bisnis kehutanan dunia dalam pengelolaan industrinya maupun lingkungannya yang berkelanjutan.  Mengingat potensi hutan produksi yang belum dikelola masih sangat besar dan terbuka pada para investor,” papar Hadi.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki keunggulan kompetitif Sumber Daya Alam (SDA) yang baik, yang seharusnya sebagai modal dasar untuk bersaing dengan negara lain di dunia.  “Kalau potensi hutan produksi digali dan ditingkatkan maka APHI yakin pada tahun 2045, industri kehutanan di Indonesia akan melesat cepat.  Kita butuh panduan cetak biru pembangunan hutan produksi, inilah salah satu tujuan diperbaruinya Road Map APHI, supaya kita bisa melihat berapa besar potensi ekonomi dan kemitraan yang bisa diraih pada 2045,” tambahnya.

“Diproyeksikan kontribusi sektor kehutanan berasal dari kayu, hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan akan terus meningkat hingga tahun 2020 sebesar US $ 29,413 milyar menjadi US $ 132,369 milyar pada tahun 2045.   Peran sektor kehutanan terhadap kedaulatan pangan, energi dan air juga akan meningkat,” imbuh Hadi.

Prof Hariadi menyambut positif dibahasnya penyusunan Road Map APHI dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. “Sangat penting dalam Road Map ini penguatan strategi pada setiap tahapan untuk memastikan tercapainya target yang ditetapkan,” ujar Hariadi.(***)