Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia telah melakukan penandatangan perjanjian FLEGT VPA Republik Indonesia-Inggris, di Jakarta pada hari Jumat (29/03). Acara penandatanganan perjanjian ini dihadiri oleh perwakilan duta besar Inggris untuk Indonesia, Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Perwakilan Kementerian Perdagangan RI, Perwakilan Kementerian Luar Negeri RI, Asosiasi bidang kehutanan dan lembaga terkait.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan bahwa penandatangan perjanjian FLEGT-VPA merupakan capaian sekaligus babak baru kerjasama antara Republik Indonesia dengan Inggris Raya. Indonesia menjadi satu-satunya negara yang bisa mengeluarkan FLEGT license ke Uni Eropa dan selanjutnya diikuti oleh Autralia. “Indonesia berharap Inggris Raya selalu menjadi mitra terbaik bagi Indonesia dan sebagai negara tujuan ekspor terbesar di Eropa” ujar Menteri Siti.
Duta Besar Inggris Raya untuk Indonesia Moazzam Malik mendukung pernyataan Menteri LHK bahwa penandatanganan perjajian FLEGT VPA merupakan perjanian pertama yang dilakukan Inggris dengan mitra perdagangan. “Kesepakatan ini menjadi sangat penting bagi ke-dua negara” ujar Moazzam.
Industri kayu sangat penting bagi perekonomian Inggris mengingat kehadiranya banyak melibatkan sumberdaya manusia. “Inggris berterimakasih atas kerjasama ini dan dengan adanya penandatanganan tersebut kedepanya sangat mendukung hubungan diplomatik antara Indonesia dan Inggris Raya”, ujarnya.
Penandatanganan perjanjian FLEGT-VPA dengan Inggris Raya ini menjadi babak baru diakuinya produk kayu legal dari negara Indonesia di negara Inggris Raya. Seperti kita ketahui negara ini merupakan salah satu negara maju dengan ekonomi yang kuat bukan hanya di benua Eropa tapi juga di dunia. Inggris Raya juga merupakan negara industri pertama di dunia, dan menjadi penguasa dunia pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Hingga saat ini, negara ini tetap menjadi kekuatan besar yang berpengaruh dalam bidang ekonomi, budaya, militer, sains, dan politik. Semoga hal ini akan membawa dampak positif bagi produk kayu dari Indonesia di perdagangan internasional. ***