Sedikit demi sedikit tata kelola lahan Gambut di Indonesia semakin membaik dan dapat dijadikan contoh di negara-negara lain yang memiliki gambut. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, menyatakan hal tersebut pada saat meresmikan sekretariat sementara Pusat Gambut Tropis Internasional/International Tropical Peatland Center (ITPC) di Jakarta (30/10). Peresmian sekretariat ITPC ditandai dengan pembacaan Deklarasi Bersama dari perwakilan Pemerintah Republik Indonesia, Pemerintah Republik Kongo dan Pemerintah Republik Demokratik Kongo. Sebelumnya, pada hari Minggu (28/10) Delegasi dua negara Kongo ini melakukan kunjungan lapangan ke areal IUPHHK-HT PT. Mayangkara Tanaman Industri yang areal kerjanya di lahan gambut Kalbar.

APHI yang mewakili bisnis usaha Kehutanan turut serta berpartisipasi mensukseskan seluruh rangkaian acara, mulai dari pendampingan pada kunjungan lapangan di Kalbar, menghadiri dan menyaksikan peresmian sekretariat ITPC di auditorium Gedung Manggala Wanabakti, mengikuti pameran dan menjadi narasumber pada panel diskusi.

Wakil Ketua Umum APHI, Iman Santosa menyatakan bahwa sekretariat ITPC ini sangat penting sebagai pintu masuk kerjasama Selatan-Selatan melalui diseminasi strategi dan praktik pengelolaan lahan gambut tropis. Menurut Iman – yang menyampaikan presentasi mengenai Best Practices On Indonesia’s Peatland Management Lesson Learnt, Opportunities & Challenges – dalam pengelolaan gambut pada prinsipnya bagaimana kita menjaga kelembaban gambut dengan tata kelola air dengan sistem zonasi lahan terpadu, serta pelibatan masyarakat. “Dalam hal ini tujuan yang diharapkan agar pertumbuhan tanaman optimal, subsidensi gambut terkendali, emisi karbon dapat ditoleransi dan gambut tidak mudah terbakar” ujar Iman.

Lebih lanjut, Iman menyatakan bahwa perencanaan manajemen dan praktik produksi yang baik yang melindungi dan memelihara sumber daya alam (tanah, air, udara, hutan dan satwa liar) adalah untuk mendukung kelestarian ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan manusia.”Kami dari para praktisi di sektor usaha Kehutanan berkomitmen mengupayakan pengelolaan lahan gambut secara lestari yang didukung penyediaan sarpras untuk deteksi dini & pemadaman karhutla serta program pencegahan Karhutla dengan pelibatan masyarakat seperti Desa Bebas Api dan Desa Makmur Peduli Api” pungkas Iman.