Workshop Manajemen Aksi Iklim Berdasarkan ISO 14080 diselenggarakan oleh Kementerian LHK di Jakarta pada hari Selasa (14/01). APHI merupakan salah satu stakeholder yang diundang dan hadir pada kesempatan tersebut.

Pada sambutan sekaligus pembukaan workshop, Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan Kementerian LHK Noer Adi Wardojo menyatakan bahwa workshop selama 3 hari mulai Selasa (14/01) sampai Kamis (16/01) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan aksi-aksi iklim di antara UKM, LSM dan sektor publik serta mendorong pengembangan aksi-aksi iklim.

Dalam forum ini juga dihadiri oleh beberapa negara Co-sponsoring APEC economies, antara lain perwakilan dari Chile, China, Malaysia, Thailand, Rusia, dan Jepang yang pada hari pertama pertemuan memberikan gambaran mengenai aksi penurunan emisi yang telah dilakukan di masing-masing negara.

Noer Adi menyatakan bahwa Paris Agreement (PA) merekomendasikan dunia untuk dapat menahan laju peningkatan temperatur global hingga di bawah 2 derajad celcius dari angka sebelum masa revolusi industri. “Kita upayakan dalam membatasi perubahan temperatur ini hingga setidaknya 1,5 derajad celcius” ujarnya.

Nationally Determined Contribution (NDC) merupakan bagian penting dari Persetujuan Paris (Paris Agreement/PA), yang berisi pernyataan komitmen negara-negara melalui Kerangka Konvensi PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC). “Sebanyak 114 Negara telah menyetujui untuk meningkatkan cadangan karbon tahun depan” ungkap Noer Adi.

ISO 14080:2018 Manajemen gas rumah kaca dan kegiatan terkait dengan kerangka kerja dan prinsip untuk metodologi aksi iklim. “Ini merupakan standar baru hasil adopsi identik dari standar sebelumnya“ ujarnya.

Di masing-masing negara, metode ISO diharapkan bisa menyesuaikan dengan kondisi internal di negara tersebut. Metodologi pengukuran karbon dan penerapan teknologi juga disesuaikan dengan kondisi negara setempat, namun demikian metode pengukuran harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

ISO 14080:2018 nantinya diharapkan bisa memberikan panduan untuk Pemerintah Pusat dan Daerah, institusi keuangan, industri, organisasi, dan pemilik skema. ISO 14080:2018 juga diharapkan untuk mampu memberikan landasan framework untuk memandu pengembangan metodologi secara konsisten, komparabel, dan kompatibel untuk aksi (mitigasi dan adaptasi) untuk mendukung kebutuhan pengguna.

ISO 14080 diharapkan bisa digunakan untuk mengidentifikasi best practice dan metodologi yang sudah ada. Selain itu ISO 14080 juga berpotensi untuk mengadopsi aktivitas voluntary dalam penurunan emisi ke dalam NDC. (*)