Banjir dan tanah longsor yang melanda kota Sorong akhir Agustus 2022 lalu telah mengakibatkan kerugian baik harta benda maupun jiwa. Bencana alam tersebut juga telah menyebabkan kerusakan pada rumah tempat tinggal maupun tempat usaha masyarakat yang pada saat banjir tercatat 2.000 orang terpaksa mengungsi dan tiga orang meninggal dunia. Hingga saat ini Posko Bencana masih dioperasikan untuk membantu masyarakat korban banjir dan tanah longsor di kota Sorong yang terdampak.

Pengusaha hutan Papua Barat yang dikoordinir oleh Komisariat Daerah Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (Komda APHI) Papua Barat Bersama Asosiasi Industri Kehutanan (APIK) Papua Barat tergerak untuk dapat membantu meringankan beban masyarakat korban banjir dan tanah longsor dengan memberikan bantuan.

Bantuan diserahkan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Hendrik Runaweri bersama Mitra Kerja kepada Pj. Walikota Sorong George Yarangga di kantor walikota Sorong pada Sabtu, 10 September 2022. Bantuan berupa dua ratus paket bahan makanan pokok (Bapok). Satu paket Bapok senilai tujuh ratus ribu rupiah terdiri dari beras, mie instan, gula, tepung, minyak goreng dll.

“Bahan makanan pokok ini diharapkan dapat membantu dan meringankan para korban banjir dan tanah longsor di kota Sorong yang masih terdampak” ujar Hendrik.

Kadishut Pabar juga mengucapkan terima kasih kepada para pengusaha dan industri kehutanan Papua Barat yang mau ikut berpartisipasi, berkontribusi dan juga ikut menyaksikan penyerahan Bapok untuk korban bencana banjir di di Posko Penanggulangan Banjir kantor Kota Madya Sorong.

“Terima kasih kepada pengusaha hutan yang tergabung dalam Komda APHI Papua Barat dan juga dari industri kehutanan atas partisipasi dan dukungannya sehingga kita bisa ikut berperan membantu para korban. Tuhan memberkati kita semua” ujar dia.

Komda APHI Papua Barat Haryoto menyatakan bahwa bantuan korban banjir dan tanah longsor di kota Sorong berasal dari 17 perusahaan yaitu PT. Teluk Bintuni MAK, PT. Wijaya Sentosa, PT. Asco Prima Nusantara, PT. Wanagalang Utama, PT. Yotefa Sarana Timber, PT. Wukirasari, PT. Kaltim Hutama, PT. Manokwari Mandiri Lestari, PT. Kesatuan Mas Abadi, PT. Bangun Kayu Irian, PT. Hanurata Coy Ltd., PT. Kurniatama Sejahtera, PT. Papua Satya Kencana, PT. Bintuni Utama Murni Wood Industries, PT. Arfak Indra, PT. Multi Wahana Wijaya dan PT. Prabu Alaska. ***