Dalam rangka memenuhi ketentuan pemerintah dan upaya meningkatkan skill/keahlian SDM para praktisi sektor usaha Kehutanan, Komisaris Daerah Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (Komda APHI) Papua Barat bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) wilayah XVI Manokwari menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Tenaga Teknis (Diklat Ganis) Pengujian Kayu Bulat Rimba (PKBR) dan Pembinaan Hutan (Binhut) dengan pola swadana. Pembukaan diklat pada hari Senin (25/03) di Manokwari oleh Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Julius Kesaulija mewakili Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat.
Menurut Julius diklat ini sangat baik dan menunjukkan kepatuhan para pengusaha dalam memenuhi ketentuan terkait tenaga teknis. “Diklat PKBR dan juga Binhut amat penting dalam kaitan distribusi hasil hutan kayu dan juga keberhasilan pembinaan hutan di lapangan” ujar Julius.
Julius mengharapkan koordinasi yang positif antara Asosiasi, dalam hal ini APHI dan BPHP agar terus ditingkatkan dalam upaya peningkatan kapasitas dan skill SDM pada sektor usaha kehutanan. “Sekarang tidak bisa mengelola hutan secara serampangan tanpa skill dan tanpa tenaga teknis yang bersertifkat” kata Julius.
Diklat Ganis PKBR ini dilaksanakan selama dua minggu sejak 25 Maret hingga 8 april 2019 yang diikuti oleh 29 peserta dan dinyatakan lulus 100 %. Instruktur pelatihan Nurtjahjawilasa atau yang akrab disapa Cahyo dari Pusdiklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berkantor di Bogor mengaku cukup puas dengan Diklat PKBR yang diselenggarakan di Papua Barat ini. “Keseimbangan teori dan didukung tempat praktek yang memadai sangat membantu para peserta memahami dan meningkatkan pengetahuan mengenai pengujian kayu bulat rimba” ujar Cahyo.
Praktek diklat PKBR ini diselenggarakan di areal PT. Henrison Iriana di Sorong, Papua Barat. Penutupan pelatihan PKBR ini juga diadakan di tempat itu.
Sementara itu untuk Diklat Pembinaan Hutan (Binhut) dilaksanakan hampir empat minggu sejak tanggal 25 maret hingga 18 April 2019 dan diikuti oleh 25 peserta dan dinyatakan lulus 100%. Instruktur pelatihan Rosdiana dari BDK Makasar menyatakan bahwa pelatihan Binhut yang memakan waktu cukup lama ini memberikan bekal yang cukup untuk para praktisi di lapangan. “Pelatihan selama 200 JPL yang terdiri dari teori dan langsung praktek di lapangan sangat membantu dan mempercepat peserta diklat memahami semua kegiatan pembinaan hutan” ujar Rosdiana.
Praktek diklat Binhut ini diselenggarakan di areal kerja PT. Wijaya Sentosa di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.
Pada kesempatan yang sama Ketua Komda Papua Barat, Haryoto menyatakan melalui penyelenggaraan Diklat PKBR dan Binhut ini diharapkan dapat memenuhi ketentuan tenaga teknis minimal yang telah ditentukan pemerintah. “Kami terus mengupayakan agar setiap konsesi anggota APHI dapat memenuhi ketentuan mengenai persyaratan Ganis ini sehingga proses produksi dapat berjalan dengan baik tanpa ada hambatan” ujar Haryoto.
Kami terus akan mendidik para karyawan di lapangan untuk dapat memenuhi persyaratan sekaligus meningkatkan skill para ganis. “Masih terdapat beberapa kategori ganis yang belum mencukupi pada perusahaan konsesi anggota APHI di lapangan khususnya di Papua Barat, untuk itu akan terus kami upayakan melalui penyelenggaraaan diklat ganis swadana seperti ini pada kesempatan berikutnya” tutup Haryoto.*