The Nature Conservancy (TNC) Indonesia bekerjasama dengan TNC Asia Pasifik memfasilitasi kunjungan belajar delegasi multipihak dari Myanmar, yang terdiri dari perwakilan pemerintah, swasta dan organisasi non-pemerintah, berjumlah 10 orang. Sebagai bagian dari kunjungan belajar ini, TNC menyelenggarakan acara dialog dengan tema “Peran Sektor Kehutanan dalam Mencapai Nationally Determined Contribution (NDC).” Di Jakarta pada hari Selasa (16/7).

Direktur Eksekutif APHI, Purwadi Soeprihanto menjadi salah satu pembicara dalam dialog tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Purwadi menyampaikan peranan sektor usaha kehutanan dalam mendukung NDC.

Menurut Purwadi, sektor usaha kehutanan berkontribusi positif dalam pencapaian target NDC Indonesia. “Pada hutan alam, praktik Reduced Impact Logging (RIL) dan penerapan Silvikultur Intensif (SILIN) terbukti meningkatkan produktivitas hutan alam dan mendukung mitigasi perubahan iklim dalam penurunan emisi dan peningkatan karbon stok” ujar Purwadi.

Purwadi menyatakan bahwa praktik RIL secara benar telah diterapkan pada areal konsesi Dwima Grup, di Provinsi Kalimantan Tengah sejak 2008 dan diadopsi oleh 7 konsesi anggota hutan alam Dwima Grup.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui RIL-C berpotensi mengurangi emisi 40% dibandingkan dengan baseline. “Pada akhirnya RIL-C ini akan menghindari potensi deforestasi dan mendukung pencapaian sertifikasi TLAS/SFM” ujar Purwadi.

Lebih lanjut Purwadi mengatakan bahwa penanaman Teknik SILIN yang memanfaatkan areal 20% dari landscape kawasan IUPHHK terbukti meningkatkan produktivitas 3x lebih tinggi dari potensi hutan alam dengan sistem konvensional. “Namun demikian, masih perlu difikirkan insentifnya karena biaya pembuatan tanaman teknik SILIN ini cukup mahal, baik yang menggunakan sistem jalur, apalagi yang menggunakan sistem rumpang” ujar Purwadi.

Purwadi menegaskan bahwa tantangannya saat ini adalah perlunya mekanisme benefit sharing bagi unit management yang telah mencapai target penurunan emisi. “Hal ini bisa diusulkan melalui skema karbon kredit” pungkas Purwadi.

Terkait rangkain kegiatan ini, dalam rangka melihat upaya-upaya implementasi NDC pada level sub-nasional, TNC juga memfasilitasi kunjungan delegasi Myanmar ke Samarinda, Kalimantan Timur. Pada kunjungan tersebut, delegasi juga akan melakukan dialog dengan perwakilan pemerintah, swasta, kelompok masyarakat dan organisasi non-pemerintah yang terlibat dalam upaya pengurangan emisi di Kalimantan Timur. (*)