Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menyiapkan gerakan terpadu lintas sektor untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Langkah ini dilakukan melalui pembagian wilayah kerja dan penerapan strategi pemadaman sesuai karakteristik lahan terdampak.
Hal tersebut disampaikan Hanif dalam rapat teknis yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), serta perwakilan forum perusahaan pertambangan Kalimantan Selatan di areal simpangan Jalan Gubernur Syarkawi, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Hanif mengatakan pengerahan personel dan peralatan secara terpadu diperlukan karena penanganan karhutla di Kalsel telah berlangsung hampir tiga bulan, tetapi api masih sulit dikendalikan sepenuhnya. “Kita menyadari betul bahwa hampir tiga bulan kita berjibaku dengan api, tetapi api tidak mudah kita kendalikan dengan baik. Sehingga keterlibatan semua pihak sangat diperlukan,” ujarnya.
Hanif mengapresiasi dukungan GAPKI dan APHI di tingkat pusat maupun Kalimantan Selatan serta forum perusahaan pertambangan yang diharapkan membantu pengerahan personel, peralatan, dan pelaksanaan operasi pemadaman melalui koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan.
Ketua Umum APHI, Soewarso yang juga hadir pada kesempatan tersebut menyatakan pihaknya siap mengikuti arahan pemerintah dan terlibat dalam skenario penanganan karhutla yang disiapkan di Kalsel. “Kami siap ikut andil dan terbagi dalam tim yang ada,” ujarnya. ***











